Adhyaksa Dault : Menpora RI Periode 2004-2009

AdhyaksaEnerjik dan dinamis, itulah salah satu ciri yang terdapat pada seorang pemuda. Pemuda, merupakan generasi yang menentukan nasib dan keberlangsungan suatu bangsa, sehingga kualitas pemuda dan prestasinya sangatlah penting untuk menjadi perhatian pemerintah. Pada periode pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 2004-2009, tak ayal posko kepemudaan dan olahraga dipercayakan kepada sosok yang memang dekat dengan kriteria generasi muda yang energik dan semangat. Ya! Tanpa ragu Presiden SBY memilih sosok Adhyaksa Dault untuk memegang kendali kementerian pemuda dan olah raga periode 2004 – 2009. Adhyaksa Dault aktif di gerakan pemuda dan ia termasuk menteri dalam usia yang tergolog muda.

Adhyaksa Dault merupakan Menteri Negara Pemuda dan Olah raga RI yang ke-9 untuk masa jabatan 2004-2009. Pria yang dikenal selalu semangat ini adalah putra bangsa kelahiran Donggala, Sulawesi Tengah 47 tahun silam. Adhyaksa Dault menyelesaikan pendidikan sarjananya di Universitas Trisakti, kemudian melanjutkan pendidikan magisternya pada program FISIP UI. Selain kecintaanya pada bidang pemuda dan olah raga, ternyata Adhyaksa Dault sangat menyenangi bidang kelautan, sehingga Adhyaksa Dault memilih Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai universitasnya untuk menyelesaikan program Doktornya pada bidang kelautan pada tahun 2007.

Ayah dari Umar Adiputra Adhyaksa dan Fakhira Putri Maryam Adhyaksa ini dikenal aktif dalam berorganisasi.  Pada tahun 1987 sampai 1988, Adhyaksa muda dipercaya menjadi ketua senat Mahasiswa Fakultas Hukum Trisakti dan menjadi Ketua Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (ISMAHI) Korwil DKI Jakarta. Selain itu, suami Mira Arismunandar ini pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengkajian Keadilan dan Demokrasi Indonesia (LPKDI) tahun 1999-2002. Dalam setiap menjalankan perannya tersebut, Adhyaksa Dault beranggapan bahwa status yang dipercayakan kepadanya adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, prinsip yang selalu dijaganya adalah bahwa menjalankan setiap amanah harus dengan ikhlas.

Pendidikan di keluarganya sangat mempengaruhi kepribadian Adhyaksa Dault. Ayahnya, HM Dault banyak menanamkan kepada Adhyaksa kecil agar senantiasa peka terhadap masalah kemanusiaan, kemasyarakatan, dan keumatan. Kepribadian Adhyaksa Dault ini sangat memberikan pengaruh yang positif terhadap perkembangan karirnya dalam menjalankan setiap amanah yang diberikan kepadanya. Mengawali karirnya ia bekerja sebagai penasehat hukum. Karirnya terus melesat merambah ke bidang politik. Kepeduliaannya terhadap kemasyarakatan dan keumatan, diaplikasikannya dengan bergabung dengan salah satu partai politik.

Kiprahnya di partai politik tersebut juga baik, yang berarti menunjukkan kapabilitas Adhyaksa Dault yang mumpuni dalam bidang politik. Pada pemilihan presiden yang memenangkan presiden SBY 2004-2009 tersebutlah, akhirnya presiden SBY memilih Adhyaksa Dault sebagai menegpora menggantikan Mahadi Sinambela. Semasa kepemimpinannya sebagai menegpora, telah banyak memberikan kontribusi bagi perkembangan kepemudaan dan olah raga Indonesia.  Dalam buku biografi politik disebutkan bahwa, Anak sulung pasangan Hj.Maryam dan HM Dault ini sangat berkeinginan untuk menyampaikan dan melaksanakan ide dan masukan-masukannya dalam hal kebangsaan termasuk konsepnya mengenai kepemudaan, keolahragaan, dan sosial kemasyarakatan. Pada masa kepemimpinannya pula usaha memajukan olahraga nasional terus dilakukan, diantaranya dengan memberikan penghargaan yang layak kepada atlet yang berprestasi, tidak hanya memberikan bonus uang, tapi juga menyediakan rumah dan pekerjaan.

Kiprah Adhyaksa Dault sebagai menegpora hanya berlangsung dalam satu periode pemerintahan, meskipun begitu Adhyaksa Dault telah memberikan kontribusi yang tinggi terhadap kepemudaan dan olah raga Indonesia. Buku biografi politik menyebutkan bahwa Adhyaksa Dault termasuk tokoh muda terpopuler. Setelah tidak menjadi menteri, ia sangat berkeinginan membuka usaha di bidang kelautan sesuai dengan latar belakang pendidikannya.

Leave a Reply


7 × delapan =

Copyright © 2013 Hubungan Alumni IPB · All rights reserved · :)