BOMER PASARIBU Anggota MPR RI 1998-2003

bomer-pasaribuPria kelahiran Batangtoru, Tapanuli Selatan ini memulai karirnya sebagai staf pimpinan pada sebuah bank di Medan. Selama kurang lebih empat tahun berkarir di perbankkan, Bomer akhirnya memutuskan untuk berkarir di dunia politik. Bomer memulai karir politiknya di DPRD Provinsi Sumatera Utara tahun 1971.

Sebelum terjun langsung menjadi anggota DPRD, sebenarnya Bomer telah aktif dalam berbagai kegiatan kepartaian. Sejak tahun 1964 Bomer tercatat aktif di partai berlambang Pohon Beringin itu. Di tahun 1982 karir politik Bomer semakin

cemerlang, ketika itu Bomer diangkat menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 1982-1987. Hingga pada tahun 1998 Bomer Pasaribu pun diangkat menjadi Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI.

Tak hanya berkiprah dalam bidang politik, Bomer Pasaribu pun mulai menaruh perhatian lebih terhadap bidang manajemen sumberdaya manusia. Pria yang dikenal selalu membawa buku agenda itu melanjutkan pendidikan di Institut Pertanian Bogor dan berhasil memperoleh gelar Master of Sains pada tahun 1996.

Berbekal ilmu yang ia peroleh dari IPB, ia pun semakin aktif dalam berbagai kegiatan pada bidang tersebut. Kepiawaian Bomer sudah terasah sejak tahun 1995 dimana ketika itu Bomer menjabat sebagai Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia. Sampai akhirnya pada masa pemerintahan Presiden Abdurahman Wahid, Bomer diangkat menjadi Menteri Ketenagakerjaan RI.

Selama kurang lebih satu tahun menjabat sebagai menteri, perhatiannya terhadap tenaga kerja Indonesia semakin tinggi. Berbagai permasalahan mengenai ketenagakerjaan menjadi fokus kerjanya. Pengalaman menjadi pimpinan pada serikat pekerja pun menjadi salah satu bekal Bomer dalam kiprahnya di pemerintahan. Seiring berakhirnya kepemimpinan Presiden Abdurahman Wahid, jabatan Menteri Ketenagakerjaan pun harus ia tanggalkan di tahun 2000. Bomer menyatakan bahwa ia sebenarnya tidak pernah bermimpi menjadi seorang menteri. Menurutnya. satu tahun menjabat menjadi menteri ketika itu memberikannya berbagai pengalaman menarik.

Politisi dan akademisi, dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam diri Bomer Pasaribu. Sejak awal dua hal itulah yang menjadi cita-cita seorang Bomer. Bagi Bomer menjadi akademisi adalah keahliannya. Aktif mengajar di Sekolah Pascasarjana IPB, Bomer pun didaulat menjadi Guru Besar IPB, kampus tempat dimana ia menyelesaikan pendidikan magister dan doktornya itu. Tak hanya mengajar di IPB, beberapa universitas pun menjadi tempatnya membagi ilmu dan pengalaman yang ia miliki.

Menjadi wakil rakyat kembali Bomer lakoni di tahun 2004. Bidang pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan dan pangan menjadi bidang yang dinaunginya di Komisi IV DRP RI selama periode 2004-2009. Berbagai isu pertanian tak pernah lepas dari pantauan suami dari Sari Erna Lubis itu. Bersama Komisi IV, ia aktif membahas berbagai permasalahan pertanian Indonesia. Berbagai pertemuan internasional pun sering ia datangi, salah satunya adalah International Commission for Land Use and Ecosystems  sebuah pertemuan yang dilaksanakan oleh  Globe International di Nairobi, Kenya pada Juli 2009 lalu.

Pada pertemuan tersebut dilakukan pembahasan berbagai isu mengenai pengelolaan lahan dan ekosistem dalam hubungannya dengan berbagai permasalahan lingkungan hidup mendesak seperti perubahan iklim dan keanekaragaman hayati yang saat ini marak diperbincangkan.

Berbagai aktivitas yang dijalaninya di Senayan membawa Bomer pada posisi Pimpinan Badan Legislasi. Ayah dari lima orang anak ini diangkat menjadi Wakil Ketua Badan Legislasi yang merupakan salah satu alat kelengkapan DPR RI. Selama menjadi pimpinan pada Badan legislasi DPR, Bomer telah melakukan penguatan pada elemen-elemen pendukung Badan Legislasi DPR. Walaupun masih belum sesuai dengan harapannya, namun penguatan itu dinilai Bomer berdampak baik.

Pada awal tahun 2011, Bomer ditunjuk oleh Suswono, Menteri Pertanian pariode itu untuk menjadi Tim Perumus Rencana Startegis Pembangunan Pertanian Jangka Panjang 2013-2035. Ditunjuk menjadi ketua tim, Bomer bersama para pelaku pasar, pengamat, akademisi dan pakar pertanian berusaha mewujudkan rencana strategis tersebut guna menghadapi permasalahan pertanian Indonesia belakangan ini.

Sosok yang dikenal begitu serius dalam menangani setiap pekerjaannya ini selalu menerapkan prinsip managing and learning. Baginya setiap orang harus me-manage diri dan harus selalu belajar.  Sebagai manusia kita perlu merencanakan hidup baik dalam dua tahun, lima tahun, sepuluh tahun, bahkan tiga pulun tahun yang akan datang. Begitu pula dengan belajar. Setiap waktu ilmu yang telah ada dalam diri perlu selalu ditingkatkan. Prinsip itulah yang selanjutnya Bomer tularkan pada keluarganya. Managing and learning families, begitulah yangdigambarkan Bomer mengenai keluarganya. Tak herankesuksesan telah Bomer Pasaribu raih. Semuanya ia lakukan dengan kerja keras tanpa putus asa dan tak lepas dari prinsip yang selalu diterapkannya itu.

1 Comment

Leave a Reply


8 × empat =

Copyright © 2013 Hubungan Alumni IPB · All rights reserved · :)