Mhs IPB Juara Makanan Suplemen Penderita AIDS

164218_ipbNiken Widya Yunita – detikNews

KJRI Chicago

Jakarta – Dua tim mahasiswa Indonesia dari Institut Pertanian Bogor (IPB)
berhasil menjadi pemenang ke-2 dan ke-3 kompetisi teknologi pangan
internasional. Perhelatan itu berlangsung di McCormick Place, Chicago,
13-16 Juli 2013.

Dalam rilis yang dikirim Jepri Edi, Konsul Muda Pensosbud KJRI Chicago,
Rabu (17/7/2013), acara tersebut diorganisir oleh IFT Student Associations
(IFTSA) dan bertajuk “Developing Solutions for Developing Countries
(DSDC)”.

Keberhasilan kedua tim mahasiswa IPB tersebut mengulang keberhasilan pada
final kompetisi DSDC-IFTSA sejak diselenggarakan pertama kali pada 2009 di
California, Amerika Serikat. Pada kompetisi yang sama 2012 di Las Vegas,
dua tim mahasiswa IPB juga berhasil keluar sebagai pemenang ke-2 dan ke-3.

Pada 2011 di New Orleans, tim mahasiswa Indonesia dari Universitas
Brawijaya berhasil keluar sebagai pemenang pertama, sedangkan pada 2010 di
Chicago, tiga tim Indonesia yang berasal dari IPB dan Universitas
Brawijaya berhasil menciptakan “All-Indonesian final” dan menjadi pemenang
kompetisi DSDC saat itu.

Menurut Dr Ir Feri Kusnandar Hidayat M.Sc, Ketua Departemen Teknologi dan
Ilmu Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian-IPB, tim mahasiswa tingkat akhir
program sarjana IPB, masing-masing tim “Masoca-Ball” dan tim “Sweepo”.

Mereka berhasil terpilih sebagai finalis bersama dengan tim Universiti
Putra Malaysia setelah menyisihkan lebih kurang 36 peserta dari seluruh
dunia. Para finalis tersebut diundang untuk mempresentasikan proposalnya
dihadapan enam orang dewan juri yang merupakan ilmuwan dan praktisi
teknologi pangan terkemuka di dunia beserta para pengunjung IFT 2013 di
McCormick Place, Chicago.

Kompetisi DSDC 2013 mengambil tema “Develop food products to be given as
supplements to address malnourishment at HIV relief clinics across
developing countries”. Untuk tema ini, pemenang ke-2 yaitu tim
“Masoca-Ball” yang terdiri atas Ardiyansah Mallega, Stella Denissa dan
Alviane Leonita.

Mereka mengusulkan produk baru “MASOCA-Ball” –a sweet snack ball- yang
terbuat dari sumber pangan yang banyak tersedia di negara bagian Benue,
Nigeria, seperti kacang-kacangan, jagung dan wortel, sebagai alternatif
suplemen makanan bernutrisi tinggi bagi penderita AIDS di Nigeria.

Sedangkan tim Sweepo yang terdiri dari Veni Issani, Cynthia, dan Jian
Septian, mempresentasikan makalah berjudul “Sweepo: a nutrious sweet
potato biscuit product for children with AIDS in Papua Indonesia” yang
merupakan produk biskuit olahan ubi jalar untuk suplemen makanan bagi
anak-anak penderita AIDS di Papua.

Adapun pemenang pertama, mahasiswa pascasarjana dari Universiti Putra
Malaysia, mengusulkan produk sup olahan ikan.

Pada rangkaian IFT 2013 di atas, juga tidak kalah membanggakan, Wisiani
Wijaya, mahasiswa asal Indonesia lulusan University of Massachussets
Amherst, berhasil memenangkan kompetisi kategori Undergraduate Research
Competition-IFTSA dengan menyisihkan para peserta lainnya yang berasal
dari berbagai universitas terkemuka di Amerika Serikat.

Konsul Jenderal RI di Chicago, Andriana Supandy, yang secara langsung
menghadiri presentasi para mahasiswa tersebut dan sekaligus memberikan
dukungan menyampaikan kebanggaannya atas prestasi para mahasiswa Indonesia
di ajang pertemuan tahunan IFT. Menurut Andriana, kapasitas dan daya saing
mahasiswa Indonesia dalam perkembangan ilmu dan teknologi pangan merupakan
capaian yang perlu terus dibina dan ditingkatkan mengingat sentralnya isu
keamanan pangan dewasa ini. Untuk itu, KJRI Chicago berkomitmen dalam
mendukung penuh keikutsertaan mahasiswa Indonesia pada kegiatan IFT dan
sejenisnya.

IFT merupakan organisasi yang dibentuk pada tahun 1939 oleh sekumpulan
ilmuwan dan profesional di bidang ilmu dan teknologi pangan dengan kantor
pusat di Chicago. Hingga saat ini, keanggotaan IFT terdiri
ilmuwan/profesional dari berbagai disiplin terkait ilmu dan teknologi
pangan yang berasal lebih dari 100 negara.

IFT bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran ide di antara anggotanya
termasuk penyelenggaraan forum diskusi, seminar dan pameran seperti Annual
Meeting and Food Expo 2013 serta mendorong penelitian di bidang teknologi
pangan termasuk dalam produksi dan distribusi pangan.

Detik.com

Leave a Reply


× 6 = delapan belas

Copyright © 2013 Hubungan Alumni IPB · All rights reserved · :)